Rabu, 03 Maret 2010

3 Polisi Salah Tangkap Diadili di PN Depok


Sidang kasus pemukulan yang dilakukan oknum polisi anggota Polsek Beji, Selasa (2/3) kembali digelar di Pengadilan Negeri Depok dengan agenda pembacaan pembelaan.
Ketiga terdakwa Briptu Antoni, Briptu Supratman, Briptu M. Hariz tampak tenang sebelum menjalani sidang dengan majelis hakim diketuai Safri Adani, SH. Pada sidang sebelumnya mereka dituntut oleh jaksa Imanuel, SH, dengan pasal 351 ayat 1 dengan ancaman 5 bulan penjara.
Thamrin Gusli, SH pengacara sekaligus mertua dari Briptu Supratman, yakin menantunya ini tidak bersalah. “Ini hanya hanya salah pengertian,” katanya.
Kasus ini berawal ketika pada 5 Desember 2009 ketiga polisi ini pulang tugas jaga melintas di Jalan Margonda Raya, tepatnya di depan Detos (Depok Town Squre). Mereka mendengar suara teriakan dari bawah jembatan penyeberangan. Spontan mereka mengejar dan menganiaya seorang pemuda, Rizal, yang diduga copet. Ternyata mereka salah tangkap.
(m4/ird)

Diduga Diseret Polisi, Demonstran Gegar Otak


Buntut dari demonstrasi di depan Gedung DPR, Ketua Majelis Demokrasi Prodem, Bambang “Beathor” Suryadi terbaring kritis.
Kepalanya mengalami luka memar dan gegar otak saat mengikuti unjuk rasa di Gedung DPR kemarin.


“Informasi yang saya dapat dia diseret polisi sejauh 200 meter,” kata aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Anti-Korupsi (Kompak), Ray Rangkuti saat dikonfirmasi okezone, Selasa (2/3/2010).


Saat ini, Beathor yang kerap kali ditahan polisi karena melakukan unjuk rasa ini tangah dirawat di Klinik Baruna, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.


Menanggapi insiden ini, Ray Rangkuti sangat menyayangkan tindakan represif aparat. Dia meminta kepolisian mengusut dan memeriksa anggotanya yang melakukan tindakan yang dianggap berlebihan ini.


“Tindakan yang tidak perlu dilakukan oleh polisi yang profesional,” ungkap Ray. Menurut dia, apa yang dilakukan demonstran masih dalam tahap wajar ketika terjadi aksi dorong dengan polisi. Justru polisi yang dianggap memulai menyemprot massa dengan water canon dan gas air mata sehingga memicu kericuhan.


“Menurut saya, tindakan polisi ini berlebihan, perlakukan ini mendekati pelecehan terhadap HAM,” pungkas Ray.
(ton)

Selasa, 02 Maret 2010

Curi Motor Oknum Polisi dan Mahasiswa Dibekuk


Lagi, citra institusi Polri tercoreng akibat ulah oknum anggotanya. Seorang oknum Poltabes Medan Briptu R Hutapea,26, penduduk Kampung Kubur, Medan, dan oknum mahasiswa Dedi Martin Sianturi,21, warga Jalan Pembangunan, Padangbulan, Medan, diringkus polisi karena diduga kuat terlibat pencurian sepeda motor dari kawasan Medan Tembung, kemarin malam.
Menurut Kanit Ranmor Poltabes Medan AKP Said Ritonga, Selasa (23/2), kedua tersangka diamankan dari kawasan Medan Tembung dalam waktu berbeda.
Saat itu kata Ritonga, tersangka Dedi, oknum mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Medan, sempat melawan ketika hendak diamankan. Dari pengembangan itu, tak lama kemudian polisi kembali meringkus tersangka lainnya, Briptu R Hutapea.
“Keduanya terlibat pencurian sepeda motor milik Riko Rio Panggabean di Jalan Zainal Arifin, Kamis (18/2) dinihari lalu,” kata Ritonga.
Dari pemeriksaan itu terungkap, kedua tersangka mematahkan kunci stang sepedamotor Honda Revo milik korban. Selanjutnya, mereka mempreteli kabel untuk menyalakan mesin sepedamotor itu. Namun belum sempat menjual hasil curian itu, kedua pelaku keburu diringkus petugas. (samosir)
Istri Tewas & Suami Dipenjara
Pengacara: BAP Lanjar Dibuat Seolah-olah Kecelakaan Tunggal. Polisi dinilai sengaja membuat penyimpangan dalam kasus kecelakaan yang menimpa Lanjar. Dalam BAP Lanjar, tidak disebutkan bahwa istrinya tewas akibat tertabrak mobil setelah terjatuh dari motor. Kecelakaan yang dialami Lanjar dibuat seolah-olah kecelakaan tunggal selengkapnya
Denda Tilang Tidak Lebih dari 50rb (INFO WAJIB DIBACA!!)
Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.. selengkapnya