Jumat, 05 Februari 2010

Tidur di Kelambu Bersama ABG Oknum Polisi Dihajar

Seorang oknum polisi berinisial Briptu RA, yang bertugas di Polsek Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Selasa (26/1) sekitar pukul 04.00 WIB, bonyok dihajar, karena kedapatan nyelonong ke dalam kelambu gadis tanggung, Agn (14), Dusun Lampoh U, Meunasah Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Kapolres Aceh Utara AKBP Herman Sikumbang melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye, AKP Razali mengakui Briptu RA ditemukan dalam kelambu. Namun, menurut Kapolsek, RA sedang bertugas melakukan pengintaian untuk menangkap tersangka yang sudah menjadi TO di kawasan tersebut. Tidak diketahui, mengapa bintara polisi itu justru memilih bersembunyi di dalam kelambu yang ada anak gadisnya, hingga dinihari. Bukan justru dalam kelambu lain yang mungkin jumlahnya puluhan di desa tersebut. Dan tidak diketahui juga apakah di rumah Agn ada pemakai ganja, hingga mesti diintip di dalam kelambu. Atau memang ada yang mengisap ganja di dalam kelambu tersebut, atau di bawah tempat tidur atau justru di bawah kasur Agn.

Informasi yang diperoleh, sebelumnya bintara polisi itu disebut-sebut warga sekitar sudah berulang kali ditemukan mendatangi rumah Bakhtiar Hasan--tempat gadis Agn menumpang--ketika suasana sedang sunyi. Hal ini menyebabkan keluarga Bakhtiar Hasan (30) resah, sebab mereka tidak berani menegur, karena menganggap RA seorang polisi. Namun, pada malam Selasa (26/1), Bakhtiar tidak sanggup membendung emosinya setelah menemukan RA tidur bersama keponakanya, Agt yang masih tercatat sebagai pelajar di salah satu SMP kawasan Aceh Utara.

Menurut pengakuan Bakhtiar Hasan, Selasa (26/1) sore, malam itu ia sedang duduk bersama warga di kiosnya yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya yang berkontruksi papan. Sebelumnya ia sudah melihat RA mendatangi ke rumahnya dengan sepmor. “Saya mulai curiga setelah menemukanya sepmor RA yang disembunyikan di tempat gelap, dan saya menemukanya sepatunya di belakang. Masya Allah, setelah saya periksa ternyata RA sedang tidur dalam kelambu keponakan saya,” cerita Bakhtiar Hasan.

Bakhtiar Hasan mengaku, malam itu tidak sanggup menahan amarahnya, dan langsung kepala RA dibalut dengan kelambu kemudian dihadiahi bogem mentah berulang kali ke wajah pria tersebut. Namun, ketika itu warga yang duduk di kios Bakhtiar langsung mendatangi ke lokasi mendengar suara gaduh untuk melerainya, lalu membawa RA ke meunasah untuk diserahkan ke aparat desa guna diselesaikan.

Tapi ketika sampai di meunasah, RA berhasil melarikan diri, sehingga warga kembali mengejarnya dan tak lama kemudian berhasil ditangkap oleh Anggota Polsek Tanah Jambo Aye yang lainnya dan langsung digiring ke Polsek. “Saya minta keadilan supaya kasus ini diselesaikan secara adil, seharusnya seorang polisi memberikan contoh yang baik kepada warga. Bukan malah, berbuat sesukanya terhadap warga sipil,” pinta Bakhtiar Hasan seraya menambahkan, abang kandung korban juga mengaku sangat gelisah, tapi mereka juga tidak berani menegurnya.

Mengejar TO
Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Herman Sikumbang yang dihubungi melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye, AKP Razali membenarkan seorang oknum polisi ditemukan dalam kelambu. Namun, menurut Kapolsek, RA sedang bertugas melakukan pengintaian untuk menangkap tersangka yang sudah menjadi TO di kawasan tersebut. “RA hanya bersembunyi di kelambu tersebut, namun kebetulan ada gadis tersebut dalam kelambu, karena kawasan tersebut sangat rawan peredaran dan pemakai ganja,” terang AKP Razali.

Tidak dirincikan, mengapa RA begitu berani memburu TO sendirian, termasuk masuk ke kelambu yang ada anak gadisnya. Tidak dirincikan juga apakah Agn juga sering mengkonsumsi ganja di dalam kelambu, hingga ia dimata matai hingga ke dalam kelambunya. Pada sisi lain Kapolsek menambahkan, jika anggotanya bersalah, seharusnya tidak main hakim sendiri, tapi bisa diselesaikan dan melapor ke Polsek untuk diproses secara hukum. “Saya menyesalkan atas tindakan main hakim sendiri, sehingga anggota saya mendapat penganiayaan,” sebut Kapolsek.(c37)


sumber serambinews

0 komentar:

Istri Tewas & Suami Dipenjara
Pengacara: BAP Lanjar Dibuat Seolah-olah Kecelakaan Tunggal. Polisi dinilai sengaja membuat penyimpangan dalam kasus kecelakaan yang menimpa Lanjar. Dalam BAP Lanjar, tidak disebutkan bahwa istrinya tewas akibat tertabrak mobil setelah terjatuh dari motor. Kecelakaan yang dialami Lanjar dibuat seolah-olah kecelakaan tunggal selengkapnya
Denda Tilang Tidak Lebih dari 50rb (INFO WAJIB DIBACA!!)
Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.. selengkapnya